7 Keajaiban Pekerja Skripsi

  1.  Takut ditelpon oleh satu dari sekian nomor berharga di hape, atas nama “Buya Gue”. Karena bisa  ditebak, beliau pasti menanyai skripsi. Bukannya apa, kasian kalau saya harus dengar orang tercinta saya ini marah-marah.
  2. Menyeting facebook dan YM agar aktifitas saya tak tampak oleh dosen pembimbing. Saya tahu ini bentuk ke-tidak-kooperatif-an sepihak. Tapi kudu tahu, kapan akan menormalkannya kembali. Soal menghadap dosen, mental masih lemah.
  3. Tak mau menemui dosen dengan alasan pekerjaan belum selesai. Jika tak juga berubah, hanya penghujung semester yang memaksa untuk menemui beliau.
  4. Melotot di depan laptop dari pagi sampai malam tanpa pemenuhan target yang sudah disepakati diri sendiri. Ini fakta yang wajar sekaligus memalukan. Hina, kalau teman saya bilang.
  5. Bikin note berkali-kali di kalender-nya hape, karena selalu saja harus mengamandemen. Tidak disiplin. Ini keterlaluan. Dan, memalukan.
  6. Hunting ide menulis skripsi dengan menulis yang lain. Keasyikan melakukan banyak hal untuk menuju satu hal yang berlainan hanya mengulur waktu. Kebanyakan ini justru menyesatkan.
  7. Me-nyepi-kan diri. Merasa butuh privasi lebih, terkesan tak ingin diganggu. Pengasingan diri yang berlebihan memicu stress. Setiap orang butuh me-recharge otak.
Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s