Ngere di Kafe

Sore tadi Si Ratih ngeluh ga enak badan, trus minta makan malam pake bebek goreng. Jadilah saya usulkan Bebek Goreng H. Slamet, depan kampus Untag-Unitomo.

Walau saya tak punya uang, Ratih si pengusaha asesoris rajutan itu baik hati, dia yang nanggung billingnya nanti. Semacam hutang lunak lah. Hahahaaa.

Singkat kata, saya mengusulkan pada partner saya ini untuk uji nyali. Bawa air dan nasi dari rumah, dan kita hanya beli bebeknya tapi dimakan di tempat. Ini pertaruhan ga mutu, mengingat di sana pasti rame karna malam minggu. Kami pun sepakat.

Setelah duduk manis dan disamperin petugas di Bebek H. Slamet, “paha bebek dua, ga pake nasi ga pake minum.”

Sepanjang makan meja kami penampakannya paling aneh. Hanya ada 4 wadah kecil. Dua sambal, dua bebek goreng. Ada lagi nasi dan air yang kami bawa sendiri dari rumah. Malu? ga juga sih, sudah niat…

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s