Nasi Sambel Pecel with Krupuk

Titik terkere saya diperjelas oleh ketidakmampuan saya membeli makanan di luar sana. Bukan karena hemat, bukan. Memang saya tidak lagi memiliki alat tukar sebagai penukar menu di warung pada strata apa pun. Tak ada lagi lembar-lembar terselip di saku baju yang sudah dicuci. Tak ada pula koin-koin berserakan di sudut mana pun.

Uang saya ke mana? Something happen. Karena kesalahpahaman, bulan ini saya ga pegang uang.
Allah itu Maha Adil.
Hari ini, seperti hari-hari sebelumnya, selalu ada makanan gratis untuk saya. Tadi siang, ada krupuk mentah dan sambel pecel yang dihibahkan di meja dapur. Punya teman-teman kontrakan yang baru mudik nih. Nah, spontan saya goreng krupuknya beberapa biji, dan mencampur sambel pecel dengan beberapa sendok air. Yup! Saya makan nasi, pake sambel pecel dan lauk krupuk.
Menu sore ini mengingatkan saya pada rumah orang tua saya di Nganjuk. Kota kecil yang melambung namanya karena Mas Mujianto ini sudah lima bulan belum saya kunjungi. Kangen rumah. Biasanya, ibu saya di rumah bikin sarapan pakai menu ini. Sambel pecel dan krupuk. Praktis. Nikmat. Hangat.
Sepiring nasi siang tadi kembali menggumamkan doa untuk orang tua tercinta. Semoga mereka berdua selalu dalam keberkahan dan limpahan cinta-Nya.
Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s