Jodoh

Ini bukan soal tema menye-menye lagi memuakkan. Bukan tentang konflik cinta yang ga bermutu dan muter-muter lalu berakhir tanpa tanggung jawab. Lupakan judul Jodoh, jika ini tidak seperti harapan mu.

Semalam orang sombong lagi sok tampan muncul di hape saya:

Kamu kalau sama laki-laki jangan milih-milih. Kecuali kamu langsing dan putih mulus.

Saya tidak terusik dengan omongan orang sinting ini. Bangkrut peduli pada mulut yang menyangka lelaki mengucap ijab qobul sambil meneteskan air mata adalah isyarat penyesalan karena terlanjur memilih perempuan yang tidak seksi, tidak cantik, dan tidak kaya, yang dulu pernah mencintainya. Entah, ada di level berapa kejahatan prasangka itu.

Jodoh itu tampak simpel, walau kadang tampak terlalu simpel. Kamu mau, aku mau, tidak cukup. Lagi pula, tidak semua orang sedang cari jodoh. Mereka cuma butuh bersenang-senang kemudian menangis sesenggukan. Atau mengabaikan kesedihan dengan melanjutkan kesenangan lain. Lalu, kenapa banyak orang musti menyibukkan dirinya dengan perkara yang seperti ini? Saya risih sebenarnya mengatakan ini soal cinta. Tapi baiklah, cinta.

Tidak sedikit yang mengatakan saya sok tahu, hanya karena saya tidak pacaran. Terus, karena saya tidak berminat pacaran, dikira karena saya ga laku. Cuihhh. Saya pastikan itu hanya ucapan orang gampangan! Saya punya komitmen demikian karena cita-cita saya sulit. Saya minta jodoh sama Allah agar diberi lelaki yang ga pernah pacaran juga. Mau bilang mana ada? Demikian adalah ungkapan keraguan pada Tuhan Yang Maha Kaya.

Saya pernah jatuh cinta. Bahkan terlalu sering. Saya pun bisa menggilai lelaki. Hanya saja, itu terjadi cuma sesaat. Saya masih ingat siapa orang terakhir yang saya suka, siapa sebelumnya, dan masing-masing dimulai sejak kapan sampai kapan. Seperti ini pun usaha yang tidak mudah. Namun, itu cukup membantu saya untuk menetralkan hati lebih cepat. Dan, alam bawah sadar saya selalu meminta kekuatan untuk memusnahkan obsesi dan ambisi pada lelaki. O iya, saya adalah satu dari sedikit orang yang tidak percaya adanya cinta pertama! Bahkan untuk percaya ada makanan terenak saja saya tidak, kecuali yang bilang begitu orang yang mau mati.

Sudah. Saya mau ke Juanda. Dag!

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s