Ketika Saya Sakit

Bapak saya bilang, “Sakit itu memalukan. Kamu jangan pamer sesuatu yang tidak layak diberitakan.” Itulah sekilas tentang bapak saya. Dan, silakan berimajinasi siapa dia dalam visualisasi Anda.

Mungkin cuci otak sejak lama itulah, maka saya pun jarang mengeluh. Kalau mengeluh ke teman, seringnya karena mereka menangkap adanya perubahan. Ngeluh sama bapak, itu kalau saya sudah dipaksa melakukan sesuatu di luar kemampuan saya. Ngeluh sama bapak sih banyak percumanya, ya. Bukan malah empati, justru diomeli. Pernah loh, saya pergi ke rumah teman saya yang jauh cuma karena ga kuat nahan sakit. Hahaha. Ya, daripada pitutur baik malah terdengar caci maki. Saya pernah mengaduh sambil menggigil karena demam. Dan percaya atau tidak, ibu saya membentak, “Heh, berisik. Diam gitu, lho!” #Nahloh. Anak mana yang ga malah gemetar ketakutan? Hahaha.

Menjadi orang sakit itu menderita. Semacam rasa gelisah yang cuma bisa ditanggung diri sendiri. Dan memang, orang sakit itu butuh teman. Saya masih ingat teman-teman yang sudi menyucikan baju, ngasih makan (gratis), memijat, juga memeluk! #eaaa.

Saya senang saat teman saya datang ke kamar, menceritakan suasana hati mereka hari itu, ngobrol sesuatu yang biasa kami jadikan bahan gosip, sampai curhat curhatan orang lain. Hahaha. Itu yang terakhir parah. Nah, kadang yang paling sial dalam kunjungan begituan adalah pertanyaan lagi sakit apa, kemudian bahas nama-nama penyakit lain. Sejatinya, saat sakit saya ogah dianggap orang sakit. Bukan sombong, sih. Cuma orang sakit itu ga butuh ditegaskan lagi bahwa dia dalam pesakitan.

Nah, sore tadi saya mengunjungi teman yang curhat di twitter, yang sebelumnya juga laporan via sms menerangkan dirinya dalam keadaan sakit. Dan ya, betul. Saya ke sana juga main-main aja, ngobrol seperti biasa. Hahaha. Susah saya, basa-basinya. Ga biasa jadi yang sok perhatian. Lalu, kapan saya sadar ini semua? Saat pamit pulang, lalu yang sakit bilang, “Doakan aku cepat sembuh, Nov.”

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s