#EdisiCurhat 1-habis

Gimana rasanya ga pernah bertemu sore?

Pernah lupa dengan suara hujan?

Kangen ga sih sama langit malam?

Sekarang bayangkan!

Kamu bertahun-tahun hidup di kamar terbaik di dunia. Berjendela lebar, sering duduk santai di kusen sambil melamun. Pas musim penghujan gini jendelanya suka dibuat mantengin air ajaib dari langit dan dengerin merdunya petir. Eh, kamarmu hadap ke barat, lho. Bisa nongkrongin si senja. Sempurna, kan?! Malah, pas bulan purnama kamu bisa kebangun karena silaunya nembus jendela. Rumahmu ada di dalam gang. Ramai anak-anak kecil yang suka jejogetan ala girl-band dan boy-band sesat.

Tiba-tiba saja kamu harus hidup di kamar asing yang kedap suara, udara, dan sinyal. Semacam ruang bawah tanah. Betah? Bahkan kamu pernah lebih memilih berlama-lama ada di kamar teman laki-laki dibanding pulang. Parah.

Terus, sekarang harus bergelut dengan rutinitas yang super kuwampret. Berangkat pagi pulang malam. Tak tahu semesta di luar sana sedang apa. Sampai suatu siang ada temanmu yang iseng sms, cerita, di desanya sedang musim kupu-kupu. Kamu, jangankan kupu-kupu, burung gereja saja ga pernah liat. 

Eh, kamu jangan nangis, yak. Teman-teman masih rela mengunjungimu di kamar itu. Mereka juga mau datang dan menemuimu yang selalu pulang malam jika kamu keberatan bertemu di luar. Yah, walau barang-barang mereka sering ketinggalan. Mereka baik. Ga cuma menghujat tata ruang yang berantakan, tapi juga mau merapikan. Hahaha. Semangat aja yuk, kamu! 🙂

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s