Seputar Kampung Inggris

Sebagian kita pernah dikasih pelajaran bahasa Inggris di SD, sebagian baru mulai di SMP, dan tetap lanjut sampai bangku SMA juga kuliah. Sayangnya, meskipun sepanjang usia sekolah kita belajar bahasa yang sudah pasaran ini, ga semua pede keminggis, termasuk saya. Padahal emak saya sendiri guru bahasa Inggris, lho. :D

Nah, sekarang saya ada di Kampung Inggris. Teman yang saya temui beragam, mulai dari yang geek sampai crazy. Ada yang ke sini karena melarikan diri, ada pula yang sepenuhnya niat membenahi diri. Semacam pesantren. Karena sama-sama pendatang, seperti gampang sekali masing-masing kami merasa laiknya keluarga. Buat saya, ada rasa yang berbeda ketika berkumpul dengan orang-orang baru yang men-skip kehidupannya di luar sana dan menyisihkan waktu untuk berada di sini—bersama.

Jadi, kali ini saya ingin menginfokan apa yang saya tahu di Kampung Inggris. Here they are. . .

Posisi?

Cek atlas, cari Desa Tulungrejo—Kecamatan Pare—Kabupaten Kediri—Provinsi Jawa Timur.

Kapan bisa daftar dan mulai belajar?

Bisa daftar kapan aja, tapi hampir semua program dimulai tiap tanggal 10 dan 25 per bulannya. Ada yang bikin kelas di ruang tertutup, ada juga yang bikin kelas di saung. Nah, karena keterbatasan kapasitas, biasanya lembaga-lembaga favorit cepat terpenuhi kuotanya dan menolak pendaftar baru.

Ada pilihan program apa aja?

Hampir semua lembaga menjual program speaking dan grammar dengan level yang disesuaikan dengan kemampuan pendaftar. Ada juga lembaga yang fokus ke speaking atau grammar saja. Seperti speaking di Daffodil—saya sempat suka salah sebut ‘pedofil’, sedangkan Kresna dan Smart untuk grammar. Selain dua program yang banyak dicari orang itu, ada juga program pronounciation, translation, writing, TOEFL, IELTS, dan lainnya yang mungkin saya belum tahu.

Berapa biaya yang dibutuhkan?

Soal ini ga bisa samakan. Tapi, untuk all regular program 2 minggu paling murahnya Rp 35.000 dan paling mahal Rp 150.000 gitu. Buat yang 1 bulan antara Rp 100-200.000, tergantung durasi belajar dan program yang diambil. Kecuali TOEFL dan IELTS loh, mahal kalo itu. Misal di Elfast, mereka jual IELTS Rp 185.000 dengan durasi 2 minggu 3x sehari dan TOEFL (ITP) Rp 225.000 dengan durasi 1 bulan 3x sehari.

Di mana mau tinggal?

Ada pilihan kost dan camp. Camp adalah istilah yang digunakan untuk menyebut asrama. Bedanya sama kost, tiap camp pasti punya program harian di pagi dan malam. Harganya sekitar Rp 150.000 sampai dengan Rp 400.000, tergantung sarana dan prasarana. Cuman, agak susah nemu kost sekamar buat diisi sendirian, dan camp ga mungkin dapet yang satu kamar ditidurin sendiri. Contoh nih, camp yang akan saya tinggali namanya Seruni, yang setelah survey dia paling murah. Per bulan Rp 200.000 dengan fasilitas wifi, kipas angin, air minum, free charge laptop, kompor, dan sekamar maksimal 3 orang. Sebelumnya, saya tinggal di kost yang sekamar Rp 400.000 dan bisa diisi berapa saja, nanti jatuh harganya akan dibagai sama rata.

Soal makanan?

Percaya atau tidak, di Kampung Inggris ini saya susah menemukan pecel. Sebagai bagian dari Kediri, ini aneh. Makanannya biasa aja, pada umumnya. Ada yang murahnya kebangetan, dan ada yang mahalnya subhanallah. Paling sederhana Rp 3.000 dan paling mewah tak terhingga. Warungnya kebanyakan prasmanan, ambil sesuai porsi yang diinginkan. Eh, tapi selama saya keliling di sini ga nemu masakan Padang loh.

Apalagi yang mau saya ceritakan?

Di sini transportasinya kebanyakan sepeda pancal a.k.a sepeda onthel. Tarif sewanya sebulan antara Rp 50.000 sampai Rp 120.000, tergantung kondisi, tipe, dan merk. Mau gaya masa kini atau masa lalu, oke aja. Jangan cari Indomaret ato Alfamart di sini. Ga bakal nemu!!! Mesin ATM yang tersedia cuma MANDIRI.  Terus, jajanan yang paling kececeran itu pentol. :D

FYI, kondisi yang saya ceritakan terjadi saat tulisan ini saya publikasikan. Dengar-dengar sih, namanya bukan lagi Kampung Inggris, tapi Kampung Bahasa. Karena, selain bahasa Inggris menjamur juga lembaga yang punya program bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Perancis, Korea, dan Jerman. Sekian info dari saya. Semoga bermanfaat.

Iklan

6 Comments Add yours

  1. Lalu Abdul Fatah berkata:

    Waaah… memang beda ya harga lima tahun lalu :))

    Thanks, Nop. Mengingatkanku pada pengalaman sebulan lebih di Pare. Hal yang sangat aku sukai adalah karena bisa liburan pula. Berasa kembali ke kampung halaman. Aaahhh… pokoknya, aku rindu Pare!!! 😀

    1. Novida D Airinda berkata:

      Iyaaa. Maenlah ke mari, nanti ikut ke rumah. Ternyata dekat banget kalo mau pulang, tinggal nyeberang Brantas pakai gethek udah nyampek 😀

      Tapi aku belum jalan-jalan ke Candi dekat sini. Kamu udah ke mana aja?
      Pas SMP aku pernah ke sungai bawah tanah sama tempat moksa Prabu Jayabaya, dekat Pare juga. Maunya ke sana lagi 😀

      1. Lalu Abdul Fatah berkata:

        hahaha… iya, ta? tinggal meng-gethek-kan diri aja???
        tapi, sanggupkah gethek-nya mengantarmu sampai Nganjuk? ;p

        aku cuma ke Malang aja sih kemarin-kemarin.

        yang sungai bawah tanah itu pernah aku jabani. seru-seru deg-degan sensasinya 😀

        kamu rencana berapa lama di sana??? kamu ambil program apa?

      2. Novida D Airinda berkata:

        Di atas air aku pake ilmu meringankan badan kok -_____-

        Di Pare sampe sebulan ke depan, tanggal 25 pulang dan melanjutkan kehidupan yang lain. Hahha. Ini cuma ambil translation aja. Speaking udah dapet dari program camp. Dan lagi, karena kondisi camp bikin ritme tidurku bener-bener oke nih. Melek malam tidur siang. Dududu. . .

  2. apaaa ga ada masakan padang? vina kalo mau buka di pare bisa laris dong 😀

    1. Novida D Airinda berkata:

      judul warungnya Vina: “Masakan Padang cabang Perak”. nilai investasi di sini tinggi 😀

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s