Bikin Paspor? Gampang, Kok!

Image

Saya sempat ngantar juragan (baca: adik) buat bikin paspor setelah lebaran kemarin. Dan, ya, lebih gampang dari tahun lalu! O iya, karena saya belum pernah pengalaman sama yang manual ato lewat calo, jadi ini ‘gampang’-nya yang urus mandiri dengan jalur online, ya.

Pertama, siapkan mental.

Mengapa demikian? Karena, tahap awal kita akan diuji dengan koneksi internet dan server yang unpredictable. Bisa jadi lancar sekali, bisa juga harus ngulang proses dari awal karena gagal di tengah jalan. Pun, setelah sampai kantor imigrasi kitanya juga antre, kok. Kadang, karena beberapa sebab, kita bisa dapet giliran duluan tapi selesainya agak belakangan. Mengapa? Ada saja!

Kedua, daftar online.

Silakan isi formulir di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/PassportFormCustomer.jsp dan tentukan tanggal kedatangan dengan baik. Soalnya, kalau pada hari yang ditentukan, yang kita pilih sendiri tapi ga bisa datang, ya kudu daftar lagi. Setelah KTP, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga yang sudah di-scan itu diunggah, segera foto kopi di kertas ukuran A4. Kenapa A4? Karena, tahun lalu pas saya pakai ukuran folio disuruh foto kopi lagi. Dan, jangan sampai lupa bawa yang asli buat ke kantor imigrasi.

Ketiga, datang ke kantor imigrasi.

Saya cuma punya pengalaman di kanim Surabaya—yang lokasinya ada di Sidoarjo. Dan, saya pun belum pernah datang di pagi buta demi dapat antrean pertama. Pada prinsipnya, untuk yang online akan dilayani sampai pukul 11, jika memang sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Tapi yang jelas, jika pukul 10 kita datang, sebelum pukul 15 selesai. Ada jeda pukul 12 hingga 13 untuk istirahat.

Jika kita datang dari arah Surabaya, putar balik setelah viaduk Waru, maka sebelum parkir kendaraan ingat dulu apa yang ketinggalan. Foto kopi semua berkas, sudah? Cetak bukti pendaftaran online, sudah? Materai, sudah? Kalau belum, tepat sebelah selatan kanim ada parkiran motor yang melayani itu semua, kecuali materai. Eh, tapi bisa jadi masnya sekarang mengembangkan usaha dengan jual materai, ya. Murah kok ongkos cetaknya, dia pasang harga normal dengan kualitas kertas yang bagus. Rp 500/lembar dengan kertas 80 gram.

Begitu masuk, loket pertama yang kita temui adalah loket pengambilan paspor. Sebelahnya lagi loket informasi. Kalau hobi tanya, tanya aja ke petugas informasi. Dua loket itu ada di luar.

Nah, loket yang harusnya kita tuju adalah loket 2, loket pendaftaran online. Sebelumnya, kita diharuskan ambil surat pernyataan yang dibubuhi materai, lembar pernyataan pengajuan paspor itu nanti yang akan  kita setor bersamaan bukti perdaftaran online dan foto kopian berkas yang sudah kita bawa. Bisa di dapat di belakang, dekat kantin. Bayar Rp 10.000 buat yang belum bawa materai, ya. Di loket 2 ini prosesnya agak lucu karena tidak ada pengeras suara. Pasang kuping, ya. Etapi asyik loh, ga harus isi formulir kepet seperti sebelumnya. Tahun lalu saya keheran, apa gunanya saya isi lengkap form pendaftaran online kalo akhirnya tetap nulis manual segitu banyaknya??? Hahaha.

Lalu, kita tunggu panggilan dari loket berikutnya untuk mendapatkan no bukti pengajuan paspor. Di situ ada nomor antrean dan nomor seri. Nomor seri gunanya untuk memantau status permohonan paspor kita sampai proses apa via SMS. Eh, itu nanti ya kalo sudah pulang. . .

Nah, sampai sini sudah enak. Kira-kira bisa tidur buat yang datang lebih dari pukul 9 pagi. Kenapa? Logikanya, pukul 6 pagi sebelum kantor dibuka pengantre sudah bejibun. Dua jam pertama adalah jumlah maksimal, dan jumlah orang datang akan berkurang seiring bertambahnya siang.

Di loket 3 kita akan dipanggil untuk menyetor uang sebanyak Rp 250.000—lanjut antre wawancara dan foto. Eh eh, wawancara? Iya. Palingan cuma ditanya ngapain bikin paspor, mau keluar negerinya itu ke mana, dan status perkerjaan sekarang apa. Nah, karena adik saya bilang mau exchange ke Belanda, jadilah dia diminta foto kopi KTM. Jadi, kemungkinan ada permintaan tak terduga disesuaikan dengan jawaban yang kita berikan.

Setelah itu? Sudah! Kitanya pulang, maka hari ketiga setelah proses ini selesai, paspor pun jadi dan bisa diambil.

Selamat jalan-jalan!!!

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s