Gegelengan bikin SIM Internasional

Sempat gila merana karena 2 kali gagal ujian SIM A, dan kali ini SIM Internasional didapat begitu gampang. Tapi, namanya saya, gampang bukan berarti lancar jaya tanpa terjadi apa-apa. Jadi, begini ceritanya. . .

SIM jenis ini cuma bisa diproses di Korlantas Polri, Tebet, Jakarta Selatan. Saya menuju TKP via busway. Saya tanya ke petugas, mau ke Korlantas dan harusnya turun mana, dia ga tahu pasti. Tapi, disarankan turun Ciliwung. Nah, pas turun situ saya tanya lagi ke petugas koridornya. Dialognya absurd.

 

“Mbak, saya mau ke Korlantas. Turun sini bener?”

“Korlantas itu mana, Mba?”

“Alamatnya MT Haryono 37, tapi saya juga tahu sederet panjang ini juga MT Haryono, Mas.”

“Maksudnya Mabes ya, Mba?”

“Bukan. Ya Korlantas.”

“O, iya. Korlantas itu depan Mabes. Seberangan gitu, Mba. Ini lanjut aja, turun Pancoran Tugu.”

 

Pancoran Tugu? Iya, bener turun situ, lalu jalan 1 kilo, mbalek cak!!! Agak jengkel, pada sok tahu sik. Harusnya turun Tebet BKPM. Jalannya cuma dikit kalo dari situ. Dan, banyolan adalah ternyata Mabes dan Korlantas itu ada dalam pagar yang sama!!!

 

Sampai di gerbang dan saya cek kembali, apakah syarat sudah lengkap?

 

Foto kopi SIM A

Foto kopi KTP

Foto kopi Paspor

2 lembar Foto 4 x 6 background biru

Materai 6000

 

Foto kopi paspor dan materai belum ada. Saya celingak-celinguk. Dan ya, ternyata, di Korlantas Polri yang segede apa aja itu kita ga akan menemukan layanan foto kopi, apalagi jual materai. Senewen. Beberapa saat kemudian saya sadar bahwa otak saya sakit. Jelas sekali foto yang diminta 4 x 6, yang sudah saya baca berulang kali, tapi kenapa jadi dipahami 3 x 4??? Saya cuma bawa foto ukuran 3 x 4 tanpa CD. Otak saya terbiasa melakukan improvisasi, tapi ini yang paling parah dan menyedihkan. Mau scan dan cetak foto di mana?!?!?!?!?!?!?!

Makan. Mungkin saya butuh makan di siang terik menjelang pukul 11 itu. Jalan ke arah perkampungan, maka, dari tempat makan itu Allah kasih pertolongan. Si ibu buka jasa foto kopi dan jual materai. Si bapak bersedia membantu mencarikan tempat scan foto dan cetak 4 x 6. Subhanallah. Terberkatilah mereka. . .

Melenggang bahagia. Semua syarat sudah siap. Saya masuk, disapa sama ibu petugas SIM.

“Hallo sayang, silakan. Semuanya sudah lengkap? Isi formulir dulu. Bayarnya 250 ribu. Setelah itu foto di sebelah, ya.”

Formulirnya simpel dan cuma 1 lembar. Setelah difoto, sudah. Selesai. Cepet, kan?! Gampang, kan?! Ya iya. Tergantung seberapa cepat kita nulis data diri di formulir dan ada tidaknya orang yang antre. FYI, foto yang dipasang di SIM Internasional itu foto yang kita kumpulkan, 4 x 6 itu tadi. Jadi, ngapain pake acara foto di tempat? Hahhaha. Ga ngerti deh.

Image

SIM Internasional wujudnya kayak paspor, buku saku. Konten perhalaman sama, bahasanya saja yang beda-beda. Jadi, ada bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Spanyol, Rusia, Arab, Jerman, Swedia dan Italia. By the way,

SIM A kita dikonversi menjadi SIM B dengan masa berlaku 3 tahun. Jadi, selamat mengemudi di luar negeri!!! 😀

 

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s