Setahun Nanti

“Novida, apa rencanamu setelah ini?”

“Kuliah, option yang lain kerja, Undine.”

“Kerja? Tidak. Kamu harus kuliah. Usiamu bukan lagi 20 tahun.”

Dan, Undine pun mulai browsing di internet tentang jadwal awal semester beberapa universitas di Jerman. Dia merencanakan betul kapan saya nanti akan pergi, karena dia butuh pegangganti saya sebagai aupairnya. Pun, dia peduli dengan nasib saya setelah ini.

Dari info yang saya himpun, baru sedikit memang, tapi jika saya ingin apply ke universitas, maka saya harus selesai dulu dengan C1. Sedangkan untuk apply ke hochschule saya bisa dengan B1. Lalu, Undine bilang, “B1 tidak akan menjamin apa-apa. Jika kamu ingin survive di Jerman dengan bekerja, ambil C1.”

Saya memang baru satu minggu, tapi apa yang terjadi satu tahun setelah ini harus saya pikirkan juga dari sekarang. Ibu asuh saya baik, dia teman diskusi yang oke. Bahkan Undine bilang, jika sebelum satu tahun saya diterima kuliah, dia tak masalah jika saya meninggalkannya sebelum perjanjian kontrak kami selesai. Tapi masalahnya, masuk kelas A1.2 saja sudah seperti kehilangan ¾ diri saya, saya minder. Padahal saya harus kejar A2, B1, B2, kemudian C1. Itu semua dalam 1 tahun.

Undine, orang Jerman, bilang kalau bahasa Jerman itu susah. Tapi, dia percaya saya bisa. Semoga keyakinannya jadi nyata. Dan, hari ini saya diminta kembali ke kamar, belajar.

Iklan

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s