Bulan Kedua di Jerman

Tidak tahu, harus diceritakan dengan cara apa. . .

Setiap menyusuri jalanan, sering saya berpikir, untuk apa saya memilih hidup seperti ini. Sendirian di Jerman yang sampai sekarang masih harus menawar ketakutan. Kenapa saya tidak seperti teman-teman saja? Di Indonesia dan menjalani kehidupan yang ‘normal’.

Tapi, tetap ada harapan yang masih meminta saya melanjutkan perjalanan. Melawan rasa takut, menguatkan keyakinan, meniadakan perasaan kesepian, dan meyakinkan akhir yang membahagiakan. Ya, saya masih ingin melanjutkan kuliah di Jerman. Saya masih butuh belajar bahasa Jerman lebih dalam. Dan, entah bagaimana caranya, kelak saya akan mengundang orangtua ke Jerman, lalu kami bersama keliling Eropa.

Memasuki bulan ketiga ini pula saya harus menemukan keluarga baru. Inilah kejutan yang paling tidak pernah saya bayangkan, Tuhan.

Iklan

4 Comments Add yours

  1. Lalu Abdul Fatah berkata:

    Nov, ada apa?
    Kenapa ending tulisanmu demikian?
    Plis, ceritakanlah padaku. Via DM boleh.

    1. Novida D Airinda berkata:

      Ih, pengen tahu ajaaaaa. Hahahaha.

  2. icetea90 berkata:

    aku memimpikanmu 2 hari berturut turut..memimpikan kau balik ke indonesia

    1. Novida D Airinda berkata:

      Masih lama, Esti. Sabar ya 😀

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s