Drama Oleh-Oleh

Silakan jawab, apa respon pertama orang kebanyakan saat tahu ada yang akan pulang dari negeri lain?

a. mendoakan kelancaran dalam perjalanan sampai tujuan

b. mendadak sok kenal lalu minta oleh-oleh

c. melakukan pilihan a dan b kemudian tranfer uang

 

Memilih “a” hanya dilakukan oleh orang-orang istimewa yang berhati mulia, karena memang mereka yang bepergian belum tentu sampai dengan selamat hingga tujuan. Pernah berurusan dengan imigrasi di bandara? Tahu bagaimana kemungkinan tragedi yang bahkan tidak ingin dibayangkan selama perjalanan? Dan, tahukah kita kondisi mereka yang sebenarnya setelah sekian lama di perantauan? Kelancaran menjalani proses kepulangan adalah doa yang paling berharga dari apapun.

Pilihan “b” adalah pilihan kebanyakan, entah basa-basi atau memang serius, karena menerima oleh-oleh adalah kebahagiaan tersendiri bagi siapa saja, apalagi kalo itu didapatnya gratisan, kan?! Tanpa mereka bertanya seberapa banyak barang yang akan dibawa pulang, berapa jatah bagasi dari maskapai, dan tentu saja tidak menanyakan bagaimana dengan kondisi keuangan.

Selanjutnya pilihan “c”, ini hanya terjadi pada orang baik hati dan tahu diri. Mereka paham, membawa barang sendiri saja kesusahan, apalagi harus menuruti pesanan oleh-oleh. Tarik ulur memilih barang sendiri untuk dibawa pulang atau dibuang karena melebihi kapasitas bagasi sudah jadi dilema tersendiri, kenapa harus keluar uang untuk membeli barang baru atas nama oleh-oleh? Maka terberkatilah pemilih pilihan “c”.

 

Pakaian bagus dan bermerk dari 3/4 isi lemari saya sudah saya sumbangkan, karena baju-baju itu adalah pemberian yang awalnya pas di badan tapi sekarang sudah terlalu besar untuk saya. Buku-buku pun saya limpahkan ke teman, tersisa 3 buku yang belum selesai saya baca. Saya harus mengatur benar agar barang bawaan saya tidak lebih dari 30 Kg. Sedihnya, di saat seperti ini dan saya juga tidak punya uang, permintaan oleh-oleh masih saja mengalir. Hallo, saya ini kan bukan pulang dari berwisata mingguan atau satu dua bulan. . .

Saya juga ingin berbagi kesenangan sepulang dari Jerman berwujud oleh-oleh. Siapa sik yang enggan berbagi kebahagiaan dan punya sifat pelit? Tapi, saat ini saya sadar dengan keterbatasan uang dan kapasitas barang bawaan. Kalau selama di Jerman saya hobi kirim kartu pos tanpa meminta mereka untuk balik kirim ke saya, karena memang baru itu yang saya mampu. Sedangkan 30 Kg untuk membawa barang saya selama satu tahun saja sudah menguras emosi, juga bagaimana menyiasati keduitan saya sekarang dan demi kelangsungan hidup selanjutnya. Jika saja euro saya di negara mahal ini untuk dibelanjakan pada rupiah πŸ™‚

Btw, seberapa penting souvenir dari Eropa yang ternyata buatan Cina?

Iklan

23 Comments Add yours

  1. arreto berkata:

    Selamat datang kembali, Novo the Explorer. Ada kejutan kecil menantimu di sini.

    1. Novida D Airinda berkata:

      Asyik. . . Siap-siap terkejut ah πŸ˜€
      Aku agendakan mengunjungi istanamu, Mas. Salam buat permaisuri dan kedua pangeran. Sampai ketemu!

  2. megamegimegu berkata:

    Jadi pulang kapan? minta oleh2! hahah eh padahal aku juga di jerman.
    ya itulah emang risihnya dimintain oleh-oleh.. tapi kadang hati ini pengen bawain oleh-oleh untuk keluarga..tapi apa ddaya, karena keterbatasan uang dan waktu. Gak semuanya bisa diturutin.
    Pas udah di Indonesia, mana ada yang berinisiatif ngasih kejutan di airport? kita pun pasti pengen dapet kebahagiaan kecil dari org yang kita kangenin…..
    Mangkanya aku kalo pulang gak mau diumbar-umbar ke semua orang. Karena males dimintain oleh oleh dan titipan…. ”menurut ngana hidup gw cuma untuk belanja??? gw aja disini jarang belanjaaa… :))) ”
    ya yang sabar aja yaaa…:p

    Sukses trus kamu di hidup selanjutnya πŸ™‚ Kita pun belum sempet ketemu yaaa… :)))

    Salam,

    1. Novida D Airinda berkata:

      Heu. . . Sebenarnya pengen banget bisa bawain oleh-oleh buat nyenengin orang, tapi kan kitanya ga mampu. Kadang yang awalnya cuma minta bisa berubah jadi maksa. Ya, gimana yak. Buat hidup di sini aja kita butuh strategi dengan keuangan sendiri. Aku barusan aja bikin siaran kalo mau pulang, Mba. Makanya, buru-buru deh kasih ‘warning’ sebelum ada paduan suara “oleh-olehnya mana???”

      Sedih kan yak kalo kita aja pas-pasan tapi ada sekian banyak orang yang berharap pemberian dari kepulangan kita πŸ˜€

      Semoga sukses kuliahnya di Jerman, Mba Mega. Terima kasih udah pernah menemani kegalauanku. Huhuhuhu. Semoga juga kita bisa jumpa nanti di Nusantara. Aku akan memulai hidup kembali di Indonesia, tepatnya di Bandung, kota yang kau cintai juga. Ah, Hidup. . .

      Yeah!!!

  3. mylittlecanvas berkata:

    Upss,, jadi merasa bersalah kmrn udah minta oleh2 sama doi. Moga2 dia ga ilfil, haha. Makasih tulisannya bisa mengingatkan πŸ™‚

    1. Novida D Airinda berkata:

      Sama-sama. Tapi, untuk orang spesial sik kayaknya ga usah diminta udah pasti dikasih kok πŸ˜€

  4. Firsty Chrysant berkata:

    Oleh-olehnya jangan lupa yaa xixixi… πŸ™‚

    Kebiasan jeek banget ya walaupun itu seringkali hanya lipsing aja, tapi bakal kepikiran bagi yang ‘diminta titipin’ oleh2…

    1. Novida D Airinda berkata:

      hehehe. kalo niat nitip sik saya sarankan sekalian kasih uang, atau pastikan yang dititipin ga ada masalah sama uang dan ga susah ngangkut barangnya sendiri buat pulang πŸ˜€

  5. Vinda Filazara berkata:

    Wah, selamat datang kembali di Indonesia Mbak πŸ™‚
    Kalau aku, minta oleh-oleh pengalamannya aja deh. Boleh kan yah sekali-kali namu ke Bandung? ehehe. Siapa tahu bisa ketularan nyampek Jerman*aamiin*
    Take care, sistaa πŸ™‚

    1. Novida D Airinda berkata:

      Boleh dong main ke Bandung. Oleh-oleh cerita duka bahagia sik selalu senang dibagi-bagi ke siapa aja. Tapi, ternyata 3 bulan terakhir ga cerita apa-apa di blog. Nanti deh ya dirapelnya πŸ˜€

      Aamiin. Semoga bisa menginjakkan kaki di Jerman, terus merambat ke negara-negara sekitarnya πŸ™‚

      1. Vinda Filazara berkata:

        Insyallah Mbak. Memang sudah cita-cita ke Bandung. tiap kali denger Bandung mah selalu meninggalkan rindu tersendiri di hati. Entah kenapa πŸ˜€
        anyway, Bandung mana ?

        Aamiin Ya Rabb. Mudah-mudahan yah Mbak πŸ™‚ Terimakasih doa dan supportnya ^^

      2. Novida D Airinda berkata:

        di Cicendo πŸ™‚

        Btw, saya bukan orang Bandung, belum pernah ke Bandung malah. Saya pilih ibu kota Jawa Barat itu karena ingin melakoni hidup baru. Rasanya ga seru kalo balik ke Surabaya. Hehehe.

  6. Maya berkata:

    Hahahaha yang model kayak gini seriiing banget nemu. Aku bilangnya banci oleh oleh. Padahal deket2 banget juga kadang engga :D. Daripada dosa ngejudesin orang mending biasanya aku berlagak budek aja πŸ˜‰

    1. Novida D Airinda berkata:

      πŸ˜€
      Agak repot sik topik yang beginian. . .

  7. putri indasari berkata:

    saya nunggu oleh2 pengalamannya saja ya mbak hehe πŸ˜€ semoga sampai dengan selamat di Indonesia, semoga bisa keturutan ketemuannya πŸ™‚

    1. Novida D Airinda berkata:

      oke. nanti aku kabarin yak kalo udah di Surabaya.

  8. rianamaku berkata:

    Novi….
    Kok sudah pulang kamu kan belum kirim post card buat aku…
    Tapi ra popo hati hati di jalan nov dan selamat datang lagi di negeri tropis alias panas..

    1. Novida D Airinda berkata:

      Sebelum berangkat ke bandara aku sempat nulis kartu pos buat dikirim Jogja πŸ˜€ semoga sampai dengan selamat yak. Silakan ditunggu…

      1. rianamaku berkata:

        Yaaa ampun makasih Novi, nov pasti udah sampai indo ya…?

      2. Novida D Airinda berkata:

        Iya. Udah masuk hari ke-9 ini. Hehehe.

      3. rianamaku berkata:

        Wah number WA kamu berubah dung nov, wa aku number kamu ya…atang di

        Selamat di +62

      4. rianamaku berkata:

        Danke liebe…

        Postcard dari kamu sudah aku terima tak kusangka ternyata postcard nya oleh – oleh dari paris..

        https://rianamaku.wordpress.com/2014/09/21/post-card-paris-dari-jerman/

      5. Novida D Airinda berkata:

        hehehhe. semoga senang πŸ™‚

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s