Rencana Saya (bukan) Rencana Tuhan

Sejatinya saya tidak percaya dengan perasaan saya sendiri saat ini. Bulan lalu saya masih sesenggukan karena pulang sebelum target tercapai tidak pernah ada dalam rencana sebelumnya. Saya sempat bertanya pada Tuhan, tidakkah doa-doa saya sampai pada-Nya? Saya punya sederet rencana dengan cara yang sudah saya tentukan, tapi ternyata Sang Maha Pencipta punya jalan lain yang belum saya mengerti. Dan, nyatanya sekarang ini hati saya senang sekaligus penasaran dengan bagaimana kehidupan saya selanjutnya di Indonesia. Ya, saya akan pulang. P U L A N G.

Akhir Juli adalah sampainya kepastian bahwa tidak ada tempat bagi saya untuk kerja sosial di Freiwillige Jahr in der Denkmalpflege (FJD), artinya saat ini saya tidak mendapat kesempatan mengembangkan diri di bidang konservasi situs sejarah yang saya inginkan sejak tahun lalu. Setelah saya bertanya alasan mengapa mereka menolak saya, jawaban pertama adalah kemampuan bahasa Jerman yang memang belum sesuai dengan kapasitas pekerjaan yang akan menjadi tanggung jawab saya nanti. Kedua, berdasarkan hukum tak tertulis, dengan kemampuan yang sama antara saya dan mereka yang berasal dari negara Uni Eropa, sebaiknya lupakan saja kesempatan saya untuk diterima. Baiklah, sebagai orang Asia, apalagi Indonesia, sudah menjadi keharusan saya punya kemampuan di atas rata-rata. Saya ini biasa-biasa saja, bagaimana bisa saya meminta mereka untuk kembali mempertimbangkan saya?!?

Kesempatan lain pun datang, kali ini Freiwillige Soziale Jahr (FSJ) yang membantu menangani para difabel. Saya sebenarnya tidak ada minat belajar pada bidang ini, tapi saya perlu lolos ujian bahasa Jerman untuk kuliah di Jerman. Setelah saya mencoba bernegosiasi dengan diri sendiri, hasilnya saya menolak melanjutkan hidup dengan bekerja di bidang yang saya tidak punya ketertarikan mengembangkan diri di dalamnya. Apalagi, lokasi asrama tersebut lebih terisolasi di banding desa saya yang sudah tak ada apa-apa, jam kerja pun penuh 40/7. Saya memahami benar bagaimana nanti hidup di desa yang jauh dari apa saja, dan saya tidak ingin mengulangnya kembali.

Setelah melewatkan kesempatan FSJ, datang pula tawaran bekerja sebagai Aupair dengan visa Sprachstudentenvisum. Saya mendapat pilihan kembali bekerja sebagai Au Pair dan bisa kursus bahasa Jerman secara intensif, tapi biaya mahal kursusnya ditanggung oleh saya sendiri. Saya menghubungkan target untuk kuliah di sini dengan lamanya waktu yang dibutuhkan belajar bahasa Jerman, biaya yang harus saya keluarkan, skill yang juga harus saya kembangkan sebagai profesional, dan target hidup saya yang lain. Usia saya tahun ini juga sudah di angka 25. Lalu, untuk apa bertahan di Jerman demi target yang ternyata masih jauh dan kembali menjalani hidup dengan cara yang sama?

Semua semakin dramatis saat saya kehilangan paspor, kartu resident permit, kamera, dan beberapa uang. Tiba-tiba saya merasa miskin mendadak. Karena, jujur, memang harta itu yang masih saya punya. Mungkin ini saatnya saya belajar ikhlas yang prosesnya benar-benar sakit, bahwa kenyataan diri yang tidak mampu tapi tetap ngotot hanya akan membuat seseorang semakin tampak bodoh. Keputusan pulang tanpa pernah merencanakan sebelumnya, melewatkan kesempatan untuk tetap tinggal di Jerman tapi dengan konsekuensi yang tidak saya inginkan, sungguh ini bukan karena Tuhan maha iseng. Saya tidak tahu apa maunya Tuhan Yangmaha Segalanya, tapi Dia tetap Maha Mengetahui Segalanya.

Visa saya berlaku sampai tanggal 6 September 2014, sehingga 365 hari itu memang berbeda dengan satu tahun. Sekarang saya tinggal di Munich, kota yang saya ingin tinggali sejak lama. Jumat besok adalah malam terakhir saya di Jerman, karena Sabtu pukul 7 pagi KLM mengangkut saya dari Munich ke Amsterdam sebelum melanjutkan perjalanan dengan Garuda Indonesia. Dan, per Oktober inshaallah mulai berdomisili di Bandung.

Saya punya keinginan lengkap dengan upayanya, tapi saya tidak punya alasan untuk ragu pada rencana lain yang sudah dipersiapkan Tuhan. . .

Iklan

3 Comments Add yours

  1. ndutyke berkata:

    Good luck on your new journey in Indonesia 🙂

  2. rianamaku berkata:

    Sekarang indonesia menanti mu untuk kamu jelajahi…

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s