[REVIEW] The Wedding & Bebek Betutu

Poster Webek

The Wedding & Bebek Betutu tayang perdana 8 Oktober 2015, kemarin. Saya berkesempatan nonton film yang poster, sinopsis, dan trailernya sebenarnya kurang menarik bagi saya. Lah, terus, kok, mau nonton? Iyes, tak lain ini semua karena sedekah tiketnya Indra, teman 345! Films yang bermaksud ingin mendukung film lokal di negeri ini. Wah, mulia sekali…

Film bergenre drama komedi ini disutradarai oleh Hilman Mutasi. Doi adalah scriptwriter program Extravaganza di zaman baheula itu. Meskipun dalam daftar kredit Hilman tidak ditulis sebagai penulis naskah, tapi khas dari sitkom ini tidak hilang di setiap dialognya. Scene demi scene rasanya sangat berarti dan kita tidak tahu akan dibuat tertawa lepas pada menit keberapa.

Saya sudah terpikat sejak layar mulai menyala. Kita akan mendengar narasi dari Angga (Sogi Indra Dhuaja, si mas penyiar radio yang memang punya kelebihan di suara tampannya). Setiap pengenalan tokoh demi tokoh selalu ada saja tingkah absurd yang ditampilkan. Saking konyolnya, kaki saya malah sudah mulai ikutan ngakak di menit-menit awal.

Sesuai judul, film yang berlokasi di Bandung ini punya 2 plot: 1. The Wedding; 2. Bebek Betutu. Hotel HG Universal yang fenomenal itu lah latar utamanya, letak kehidupan 24 jam sebelum pernikahan berlangsung. Sedangkan cerita Bebek Betutu dilakoni oleh Janu (Tora Sudiro), Iwan (Ibob Tarigan), dan Mayo (Edric Tjandra). Mereka mengajak kita jalan-jalan ke Situ Patenggang dan bangunan-bangunan ikonik di ibu kota Jawa Barat ini. O, iya, ada juga penampakan lanskap alam yang masyaallah ketika pagi hanya memberi warna hitam dan putih. Mantaps lah…

Saya suka dengan ide ceritanya, tentang pernikahan anak muda yang terancam batal karena ini itu. Setelah masalah dari calon mempelai ini menemui titik terang, berikutnya malah muncul konflik dari pihak keluarga masing-masing. Ini semacam curhat serius yang dikemas secara apik.

Jadi gini. Bagas (Ananda Omesh) anak pasangan priyayi Jawa yang ingin pernikahan dilangsungkan secara adat, sedangkan Lana (Adinda Thomas) anak si pemilik hotel yang punya impian menggelar pernikahan dengan gaya Eropa. Yah, dominasi orangtua dalam pernikahan anaknya kadang memang tak terbantahkan. Kompromi yang diupayakan beberapa jam sebelum pernikahan akhirnya menemukan jalannya sendiri.

Saya sebenarnya berharap ada Gilang Dirga muncul sebagai cast di sini. Hmmm, Adinda Thomas sebagai pemain pendukung juga saya rasa lebih mirip main FTV gitu deh. Tapi, itu tidak terlalu mengganggu. Terbayar lunas sama semua karakter yang ngocol di film ini. Tenggorokan saya sudah sakit dibuat tertawa dan teriak di studio 6 CGV Blitz BEC–baru dan masih sepi penonton. Jadi, ya, ikhlas juga sik kalau 10 menit terakhir dari total durasi 110 menit ini berlalu dengan datar.

The Wedding & Bebek Betutu ini salah satu film komedi yang terasa sekali memang dipersiapkan dan dieksekusi dengan serius. Meskipun saya menonton untuk bersenang-senang, tapi sebagai anak yang baru belajar film, batin ini tak dapat berdusta. Sambil ngakak saya pun tetep aja sempat mikir. Teknik green screen, pengambilan gambar, dan yang tak kalah gokilnya pastilah itu si skenario. Ah, kampret.

Akhirnya, film ini saya kasih 8,25 dari skala 10. Selamat menontons…

Trailernya bisa ditonton di sini nih…

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Ria Angelina berkata:

    Jadi penasaran juga..

  2. Anonim berkata:

    Jd pgn ntn euiiii

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s