Ah!

Kemarin lusa, dalam perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta, saya dan Teh Icah–nama kecil pasaran, tapi panjangnya Aisyah Amirah–sempat berbincang bagaimana kami tumbuh, berkembang, dan menjalani hari-hari semasa sekolah.

Saya dan dia sama-sama masuk SD di usia kurang dari 6 tahun. Ternyata, kami sama-sama tidak punya minat berkompetisi. Sejak SD sampai SMA pun begitu, terasa main-main. Punya hobi tidur di kelas, hanya melakukan yang disukai, dan menganggap hidup ini hanya untuk bersenang-senang.

“Aku kelas 1 SMA pernah rangking 39 dari 41,” teriak saya bangga.
“Lho, kok sama. Aku juga!” teh Icahnya ga mau kalah.
Lalu saya menimpali, “tapi, memang baru sekarang aku suka sama belajar…”

Entah apa yang terjadi di masa lalu saya, bagaimana bisa ada anak seapatis saya bisa tumbuh dalam pengasuhan pendidik. Iya, bapak ibu seorang guru sejak saya belum lahir…

Karena baru merasakan ‘hidup’, maka baru sekarang juga obsesi-obsesi itu bermunculan. Sedangkan waktu tak lagi mengizinkan saya kembali ke masa lalu. Ah!

Kalau nanti saya punya anak, semoga terlindungi dari tekanan-tekanan tak lazim demi mewujudkan obsesi emaknya ini…

Iklan

One Comment Add yours

  1. Ria Angelina berkata:

    Yes sama seperti aku aku santai kaya di pantai jaman Sekolah putih, sekarang malah semangat semangat sekolah lagi..

    Ayoooo sekolah..

Opo Jaremu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s